Al-Fatihah... ilaa hadhratin Nabiyyi Muhammadin Shalallaahu 'alaihi wasallam...
Ila hadlratin-nabiyyil-musthafa sayyidina Muhammadin shallallahu 'alaihi wa sallama wa alihi wa azwajihi wa awladihi wa dzurriyyatihi, Al-Fatihah... (Dilanjutkan membaca Surat Al-Fatihah). Tsumma ila hadlrati ikhwanihi minal-anbiya'i wal-mursalin wal-auliya'i wasy-syuhada'i wash-shalihin wash-shahabati wat-tabi'in wal-'ulamail-'amilin wal-mushannifinal-mukhlishin wa jami'il-malaikatil-muqarrabin, khushushan ila sayyidinaasy-Syaikh 'Abdul Qadir Al-Jilani, Al-Fatihah... (Dilanjutkan membaca Surat Al-Fatihah). Tsumma ila jami'i ahlil-quburi minal-muslimina wal-muslimati wal-mu'minina wal-mu'minati min masyaariqil-ardhi ila magharibiha barriha wa bahriha, khushushan ila aba'ina wa ummahatina wa ajdadina wa jaddatina, wa khushushan ila ruhi... (sebutkan nama almarhum/almarhumah), Al-Fatihah... (Dilanjutkan membaca Surat Al-Fatihah). 2. Pembacaan Surat-Surat Pendek
Bismillahir-rahmanir-rahim. Alif-lam-mim. Dzalikal-kitabu la raiba fih, hudallil-muttaqin. Alladzina yu'minuna bil-ghaibi wa yuqimunas-salata wa mimma razaqnahum yunfiqun. Walladzina yu'minuna bima unzila ilaika wa ma unzila min qablik, wa bil-akhirati hum yuqinun. Ula'ika 'ala hudam mir rabbihim wa ula'ika humul-muflihun. 4. Ayat Kursi dan Ayat Terakhir Al-Baqarah
: Membaca tahlil ( Laa ilaha illallah ), tasbih, tahmid, dan istighfar.
Pastikan dalam keadaan suci karena Anda akan melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.
Tahlilan tidak hanya berisi kalimat tauhid ( Laa ilaha illallah ), melainkan rangkaian ayat-ayat Al-Qur'an, selawat, dan doa-doa pilihan. Berikut adalah urutan susunan bacaan tahlil yang runtut sesuai tradisi NU: 1. Pengantar Al-Fatihah (Hadrah/Tawasul)
"Wait, Pak," Joko said, scrolling down. "Here. The official NU website. And a few trusted Islamic blogs. It says: Download Bacaan Tahlil Lengkap dengan Terjemahan dan Latin. "
Berikut adalah panduan urutan bacaan tahlil lengkap sesuai tradisi Nahdlatul Ulama (NU): Urutan Bacaan Tahlil Singkat
Tradisi tahlilan biasanya dimulai dengan hadiah Fatihah (Tawasul) kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, para ulama, serta khususnya bagi ahli kubur yang dituju. 1. Pengantar Al-Fatihah (Tawasul)
Bismillahirrahmanirrahiim. Qul a'udzu bi rabbin naas... (hingga akhir surat). Laa ilaha illallahu wallahu akbar. 5. Membaca Awal Surat Al-Baqarah (Ayat 1-5)
Mendapatkan kini sangat mudah dengan akses internet. Namun, penting untuk menggunakan file dari sumber yang kredibel (resmi NU atau pondok pesantren) agar tidak ada kesalahan bacaan yang merubah makna.
Secara bahasa, kata "Tahlil" (تَهْلِيل) berasal dari akar kata "Hallala" yang berarti mengucapkan kalimat "Laa ilaaha illallah" (لا إله إلا الله). Secara istilah dalam tradisi NU, tahlil adalah kumpulan bacaan yang terdiri dari ayat-ayat Al-Qur'an pilihan (seperti Yasin, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas), kalimat-kalimat thayyibah (Tasbih, Tahmid, Takbir, Tahlil), shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, dan doa-doa tertentu yang dibaca secara berjamaah atau sendiri. Tujuan utamanya adalah untuk mendoakan dan menghadiahkan pahala bacaan tersebut kepada arwah orang-orang Muslim yang telah wafat (ahlul qubur) serta memohonkan ampunan dan rahmat bagi mereka.
Niatkan tahlilan sebagai sarana mendoakan orang tua, saudara, atau kaum muslimin yang telah mendahului kita, sekaligus sebagai sarana mempererat silaturahmi antar warga. Kesimpulan
Bagi Anda yang sedang mencari teks bacaan tahlil lengkap NU format Latin beserta tautan unduhan PDF gratis, artikel ini menyediakan panduan menyeluruh. Di sini, kami menyajikan urutan zikir, teks Arab-Latin, serta esensi dari amalan mulia ini agar Anda bisa mengikutinya dengan khusyuk. Apa itu Tahlilan dalam Tradisi NU?